Penulis : Yislia Yesarella Winda Nainggolan
NIM : 22041184086
Objek : pedagang
Tugas : liputan 2
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu pertalite, solar, dan pertamax resmi naik. Pertalite jadi Rp. 10.000 dan Solar jadi Rp6.800. Kenaikan ini berlaku mulai hari Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB. Pengumuman harga BBM naik disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Merdeka.
“ Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian. Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran yaitu BLT BBM (bantuan langsung tunai) sebesar 12,4 Triliun Rupiah yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu.” Ujar Pak Joko Widodo, dikutip dari Kompas TV.
Kenaikan harga BBM ini sangat berdampak bagi semua kalangan masyarakat. Naiknya harga BBM juga memengaruhi harga bahan pokok yang mana hal ini berimbas langsung kepada para pedagang. Pedagang yang membuka usaha warung makan di Jalan Ketintang Baru, Ida, turut mengalami imbas dari kenaikan BBM.
“ Naiknya harga BBM ini sangat berdampak pada ekonomi kami. Seperti saya ini yang membuka usaha warung, karena naiknya BBM otomatis segala harga bahan pokok naik di pasaran mulai dari sayur, ikan, telur, dll”
Kenaikan BBM tentu akan sangat memengaruhi harga bahan pokok lantaran biaya angkutan barang dipengaruhi oleh harga BBM yang kini mengalami kenaikan. Namun sebagai pedagang warung makanan yang sudah berjalan lama, Bu Ida tidak menaikkan harga penjualan makanannya.
“ Karena orang sudah pada tahu dengan harga jualan saya, kalau saya mau naikkan harga saya takut pelanggang saya hilang. Jadi mau tidak mau kasih tau juga ke pelanggan. Otomatis saya naikkan, tapi ya paling seribu perak. Tapi ya pasti menipis juga penghasilan.”
Tentunya harapan dari masyarakat adalah harga BBM dapat turun kembali. Tidak hanya masyarakat dalam bidang pekerjaan transportasi, tetapi para pedagang juga turut merasakan dampaknya. Bu Ida menilai jika untuk pekerjaan seperti mereka (pedagang) yang penghasilannya tidak tetap pasti sangat sulit.
“ Kami berharap BBM turun. Paling tidak ekonomi rakyat juga bisa teratasi. Kemarin baru corona dan sekarang sudah BBM. Ya kalau orang yang bayarannya tetap masih bisa. Kalau yang seperti saya, yang pas-pas an, pastinya sangat berdampak.”

Komentar
Posting Komentar