GELIAT THRIFTING DIKALA PANDEMI, MURAH BERGAYA - SATRIA

Penulis : Satria Adi Bimasakti Nur Islami

Nim :22041184083

Objek : Bisnis thrifting melonjak

Jombang- Fesyen menjadi sektor industri yang terus mengalami progres signifikan setiap harinya. Brand pakaian sangat banyak mengeluarkan model terbaru,namun masyarakat sekarang lebih tertarik dengan pakaian bekas.

Anak muda menjadi pemeran utama naiknya basis thrift di Indonesia. Uang saku mereka yang pas-pasan tentu sangat logis jika mereka lebih memilih thrift. Disisi lain trend pakaian model lama yang hits saat ini tentunya hanya bisa didapatkan lewat thrifting 

Lewat informasi yang saya dapatkan dari owner Murakami Style salah satu pegiat thrift di Jombang yakni Anggo,beliau menjelaskan alasan memilih bisnis thrift

“Alasan pertama karena saya menyukai fashion dan menurut saya keuntungan  disini sangat  lumayan bagi pengusaha UMKM seperti saya apalagi anak muda jaman sekarang sudah masuk dalam generasi Z yang  menyukai pakaian brand tapi dengan harga murah”

euforia thrift yang luar biasa tentunya membuat persaingan penjual menjadi sangat ketat mengingat bisnis ini memiliki prospek yang bagus. Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut

“kebetulan toko saya ini  selalu mengadakan  promo sebulan  bisa sampai  4 kali. selain itu tokoku masuk di paguyuban penjual thrift kota Jombang jadi kami selalu berkordinasi dan saling memberikan bantuan promosi lewat akun masing-masing. Kami juga selalu mengadakan event thrift jadi perputarannya masih sangat menguntungkan”

ternyata Kementerian Perdagangan melarang masuknya importasi pakaian bekas ke Indonesia. Larangan ini tertuang dalam Permendag No 51/M-DAG/PER/7/2015. Dalam Pasal 2 secara jelas menyebutkan bahwa pemerintah melarang menjual pakaian bekas impor. "Pakaian bekas dilarang untuk diimpor masuk ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," demikian bunyi Permendag tersebut.

Mas Anggo juga memberikan pendapatnya tentang hal ini 

“cukup memberatkan ya bagi  pengusaha thrift karena aturan ini baru muncul setelah industri ini mulai naik tapi  selama barang masih ada dan pengimpor masih menyuplai  barang  bagi kami  belum ada masalah” tegas jawabnya

sangat disayangkan ketika industri yang dulu sangat tidak dilirik oleh pemerintah  setelah menghasilkan perputaran yang fantastis  pemerintah mengeluarkan peraturan yang pelan pelan membunuh industri ini.

Komentar