HARGA BBM NAIK, BAGAIMANA HARGA KEBUTUHAN POKOK ? - TAQWIMA

Penulis : Taqwima Bella Islami
NIM: 22041184082
Objek : pedagang
Tugas : liputan 2

SURABAYA - Kenaikan harga BBM resmi dimulai sejak sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka. Pemerintah harus menaikkan harga BBM karena mengingat fakta bahwa subsidi telah meningkat beberapa kali lipat. Hal ini dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat miskin dan agar bantuan lebih tepat sasaran. 

Pengalihan subsidi BBM berdampak pada kenaikan harga BBM. BBM jenis pertalite naik dari Rp. 7650 per liter menjadi Rp.10.000 per liter. Jenis solar naik dari Rp. 5.150 per liter menjadi Rp. 6.800 per liter. Dan harga jenis pertamax dari Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500 per liter.

Namun dengan adanya kenaikan BBM ini menberikan dampak yang begitu besar dalam aspek kehidupan. Dampak kenaikan harga BBM mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya harga kebutuhan pokok. Banyak harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik, seperti harga beras, Jum’at (9/9/2022).

Harga beras mulai merangkak naik dari yang medium hingga premium, mulai dari Rp. 500 per kg sampai Rp. 2000 per kg. Pemilik toko kelontong, Roida mengatakan, kenaikan harga beras dikarenakan adanya peningkatan harga biaya transportasi yang disebabkan dari adanya kenaikan harga BBM minggu lalu. 

“ Harga beras sekarang naik mulai dari Rp. 500 per kg sampai Rp. 2000 per kg, biaya transportasi naik karena BBM naik,” kata Roida (9/9/2022).

Roida mengatakan ia juga mendapat untung lebih sedikit dari yang awalnya 2,5 kg mendapatkan untung Rp. 25.000 sekarang hanya mendapatkan untung sekitar Rp. 15.000 per 2,5 kg.

“ Tidak hanya harga beras harga rokok pun setiap hari naik” ungkap Roida.

Di toko nya pun Roida menjual bensin eceran yang dipatok dengan harga Rp. 12.000 per liter nya, dengan harga awal Rp. 10.000 per liter. “ untuk harga bensin eceran saya hanya mengikut harga dari SPBU dan saya mengambil untung Rp. 2000 per liternya,” ungkap Roida.

“Untuk sekarang ini saya belum mengalami kesusahan yang sangat karena adanya kenaikan BBM, menurut saya ini masih dibatas normal,” kata dia.

Roida berharap semoga keuangan di negara kita secepatnya kembali stabil dan tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan. Serta pemerintah dapat mengendalikan kenaikan harga beras agar tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.


Komentar