HARGA BBM NAIK, BEGINI TANGGAPAN DRIVER OJEK ONLINE-JOY

Penulis : JOY SANDRA SIGIRO
NIM :22041184081
Objek : ojek online
Tugas: liputan 2

Sabtu,3 September lalu harga BBM jenis pertalite resmi naik menjadi 10 ribu.Hal ini tentunya menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.Dengan kenaikan harga ini tentunya banyak isu yang terjadi bukan hanya sekedar harga BBM jenis pertalite yang ikut naik,mungkin saja harga barang atau jasa ikut serta juga naik karena adanya inflasi.Dikutip dari berbagai sumber,dan menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ada beberapa hal yang membuat harga BBM menjadi naik yaitu:
1.ICP masih tinggi
2.Negara Produsen dan Tensi Global
3.Bengkaknya anggaran Subsidi
4.Penyebab Lainnya seperti harga minyak dunia yang ikut naik
 
Kenaikan harga BBM jenis pertalite ini juga menimbulkan banyak ketidakpuasaan dari masyarakat,khususnya para Driver Ojek Online.Kenaikan ini juga membuat para Driver Ojek Online menjadi resah karena dengan kenaikan harga ini membuat mereka harus membayar lebih banyak ke bensin sendiri.Maka diperlukan manajemen uang yang baik walaupun masih terasa berat bagi para Driver Ojek saat ini.Ketidakpuasaan dari para Driver Ojol ini dapat saya temukan saat saya mewancarai seorang Driver Gojek bernama Pak Dwi.

Pak Dwi merupakan Driver ojol yang berumur 43 tahun dan sudah menjadi driver gojek selama 5 tahun.Pada kesempatan tersebut,saya meminta waktu sedikit untuk bertanya sedikit tentang perasaan pak Dwi dengan kenaikan harga pertalite ini.Dan tentunya pak Dwi menjelaskan keluh kesahnya sebagai driver ojek online,menurut beliau meskipun kenaikan harga pertalite naik setidaknta tarif harga juga ikut naik agar tidak terjadi kerugian bagi para Driver.

Beliau menjelaskan bagaimana kesusahannya para driver saat ini,bukan hanya untuk membayar biaya bensin tetapi juga dengan biaya parkir juga semakin melonjak.Pak Dwi menjelaskan sebuah contoh seperti,jika beliau mendapatkan order dari Gojek dengan jarak tempuh sejauh 2 kilometer menghabiskan bensin kira kira 10 ribu tetapi tarif harga harga hanya berkisar Rp 6.000-Rp 8.000.Tentunya ini tidak stabil pengeluaran dengan pendapatan dari seorang Driver Ojol dan membuat pak Dwi menjadi frustasi akan kenaikan harga ini.Untuk keperluan bensin saja sudah kurang apalagi untuk memenuhi keperluan sehari hari beliau.

Harapan beliau untuk kenaikan harga ini adalah apabila harga BBM jenis pertalite naik,setidaknya tarif harga juga harus ikut serta juga naik agar keseimbangan ekonomi dari para driver tetap stabil.Dengan pengalaman bapak Dwi yang menjadi Driver ojek online selama 5 tahun,tentunya pada tahun ini menjadi sebuah tantangan dan kecemasan yang besar untuk dapat bertahan dengan kenaikan pertalite yang cukup signifikan ini.Semoga kedepannya harga BBM bisa turun agar semua kalangan tidak kesusahan dalam mencari rejeki khususnya para pejuang rupiah dengan modal transportasi.


Komentar