HARGA BBM NAIK, INI PENDAPAT PENGGUNA MOTOR - ADELIA

Nama : Adelia Dwi Angelica

NIM   : 22041184080

Objek : pengguna motor

Tugas : liputan 2

Pemerintah resmi menaikan harga bahan bakar minyak atau BBM pada 3 September 2022. Bahan bakar minyak atau BBM jenis pertalite, pertamax, dan solar akan mengalami kenaikan harga. Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Harga Pertamax yang non-subsidi dari 12.500 menjadi 14.500 per liter. Sedangkan harga Solar naik menjadi Rp 6.800 yang sebelumnya Rp 5.150 per liter.  Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM selalu menimbulkan pro dan kontra. Khususnya pada pengguna kendaraan seperti sepeda motor, mobil, truck, bis, atau angkutan umum lainnya. Banyak pengendara motor merasa keberatan akan naiknya harga bahan bakar minyak atau BBM.

“Kenaikan harga BBM ini sangat memberatkan untuk warga Indonesia yang mayoritas memiliki pendapatan yang rendah. Karena BBM pada saat ini sangat dibutuhkan untuk bahan bakar transportasi yang kita gunakan untuk pergi bekerja, pergi kuliah, dan lain sebagainya. Jika BBM mengalami kenaikan harga, kita sebagai warga yang berpenghasilan rendah dan mahasiswa sangat merasa keberatan,” kata Achmad Muchtar Arofi, mahasiswa sekaligus pengguna motor (10/9/2022).

Tidak hanya pekerja, mahasiswapun merasakan dampak kenaikan harga BBM saat ini. Mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus dan mengharuskan pulang-pergi menggunakan sepeda motor. 

“Kita berangkat kuliah yang biasanya hanya mengisi bensin 1,5 liter dengan harga Rp 10.000 cukup untuk pulang-pergi, sedangkan sekarang Rp 10.000 hanya dapat 1 liter,” ujar Achmad Muchtar Arofi, mahasiswa yang harus pulang-pergi Sidoarjo-Surabaya.

“Harga BBM di luar negeri diturunkan mengapa di Indonesia malah dinaikan? Saya harap pemerintah dapat mengkaji ulang dampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM pada pengguna kendaraan kalangan bawah atau yang berpendapatan rendah dan menurunkan harga BBM,” tuntutnya pada pemerintah.

Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM ini sangat dirasa oleh kelompok masyarakat kalangan bawah. Mereka merasa keberatan karena pendapatan mereka yang belum sepenuhnya pulih harus berhadapan dengan kenaikan bahan bakar minyak atau BBM dan kenaikan harga-harga bahan pokok. Belum lagi kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM menyebabkan inflasi.

Komentar