PENGARUH PANDEMI PADA KESEHATAN MENTAL MAHASISWA - ADELIA

Penulis : Adelia Dwi Angelica

Nim: 22041184080

Objek: Kesehatan mental mahasiswa

Akhir tahun 2019, dunia mengalami pandemic covid-19. Hal ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, terutama pada kesehatan mental. Perubahan yang drastic mengharuskan kita untuk dapat beradaptasi pada hal – hal baru. Social distancing, isolasi, dan karantina telah membawa efek negative terhadap kesehatan mental. Hal ini dikarenakan kita diharuskan bersosialisasi hanya melalui sosial media, contohnya Facebook, Instagram, Whatsapp, Twiter, Tiktok, dan lain sebagainya. Hal ini membawa dampak yang signifikan terhadap cara berfikir kita, secara langsung kita sering membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.

Maret 2020 lalu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran yang berisi perintah untuk seluruh instansi Pendidikan menunda kegiatan pembelajaran tatap muka dengan mengganti pembelajaran online atau daring. Pembelajaran online atau daring dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting, Google Meet, Google Classroom, dll. Perkuliahan online ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental mahasiswa. Salah satu Mahasiswa Psikolog Universitas 17 Agustus 1945 menjelaskan bahwa “perkulihan online ini berpengaruh terhadap psikis mahasiswa. Karena dari mahasiswa sendiri punya pikiran yang berbeda- beda untuk mencerna materi perkuliahan secara daring. Biasanya dampak yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa yaitu sulit menyesuaikan diri dan hal ini mengakibatkan stress. Ada juga yang akan kehilangan mood dan merasakan anxiety berlebihan saat akan masuk perkuliahan offline”. Dampak lain kuliah online yaitu mahasiswa jadi sulit berinteraksi dengan teman- teman kuliahnya saat dilakukannya kuliah offline. Beberapa mahasiswa juga masih mengalami kesulitan dalam beradaptasi terhadap budaya yang serba online ini.

Lalu bagaimana cara mahasiswa menjaga kesehatan mentalnya selama perkuliahan online? “yang pertama mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri terhadap perkuliahan online yang dihadapinya, membiasakan diri dan bisa beradaptasi terhadap perubahan yang ada. Yang kedua dengan selalu berpikir positif, jangan terlalu overthinking terhadap segala sesuatunya.” Jawab Mahasiswa Psikolog Universitas 17 Agustus 1945. Selain dua hal itu, kesehatan mental dapat dijaga dengan makan makanan yang bergizi, berolahraga, produktif, mediasi, dan lebih mendekatkan diri pada tuhan.



Komentar