PENGUSAHA BENSIN ECERAN KELIMPUNGAN TENTUKAN HARGA DAGANGAN - RESTU

Nama lengkap: Muhammad Restu Aji Parameswara

NIM: 22041184047

Objek : penjual bensin eceran

Tugas : liputan 2

Tepat pada 3 September 2022 pada pukul 14.30 WIB, Presiden Joko Widodo resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. BBM dengan jenis pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter, untuk jenis solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan untuk jenis pertamax naik menjadi Rp 14.500 per liter dari Rp 12.500 per liter.

Tentu kebijakan baru tersebut mendatangkan banyak sekali kecaman dari pedagang dan masyarakat kecil. Beberapa masyarakat yang terdampak akan hal ini mengaku mengalami banyak kerugian di aspek ekonomi mereka. Salah satu nya bagi para pengusaha bensin eceran dikampung – kampung.

‘’ Kenaikan harga BBM sangat berdampak bagi usaha saya, usaha saya menjadi lebih sepi dari pada biasanya. Omzet yang saya dapat perhari nya juga ikut menurun, berbeda dengan saat – saat BBM belum naik,’’ ungkap Kus dalam wawancara pada Kamis (08/09/2022).

Kus yang merupakan salah satu pedagang bensin eceran di Kawasan Kendangsari, Surabaya mengaku sempat kebingungan dalam mengakali kenaikan harga BBM. Dia mengaku sempat dihadapkan dua pilihan yaitu dengan mengurangi takaran bensin yang dijual atau dengan menaikkan harga dagangan.

‘’ Saya sempat bingung bagaimana cara mengakali kenaikan harga BBM agar dagangan saya tetap laku dan saya nya sendiri juga tetap untung. Saya sempat dilema mau mengurangi takaran bensin atau mau menaikkan harga dagangan saya. Akhir nya saya memutuskan untuk berembuk dengan keluarga untuk berdiskusi jalan keluar mana yang terbaik untuk masalah ini, hingga diputuskan untuk menaikan harga saja. Dulu jenis pertalite kami jual dengan harga Rp 10.000 Per liter kini menjadi Rp 12.000 perliter, untuk jenis pertamax dulu kami jual Rp 15.000 per liter kini menjadi Rp 18.000 perliter, ‘’ kata Kus.

Tentu kenaikan harga bbm juga tidak hanya dirasakan oleh para pedagang bensin eceran saja, beberapa masyarakat juga ikut mengeluh akan peristiwa ini. Masyarakat mengaku kenaikan harga BBM dapat mengganggu kegiatan mobilitas mereka.

‘’ Pendapatan saya jadi menurun karena kenaikan BBM ini, dimana sekarang saya mulai mengurangi jarak saya keliling untuk menjual sayur guna menghemat bensin, ‘’ ungkap Supri yang merupakan penjual sayur keliling.

Komentar