SETELAH LAMA DARING, UNESA KINI MELAKUKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA- TAQWIMA

Penulis : Taqwima bella islami

NIM : 22041184082

objek : irene, mahasiswa unesa

SURABAYA - Pada tahun ajaran lalu perguruan tinggi Universitas Negeri Surabaya memberlakukan sistem pembelajaran full secara online melalui zoom dikarenakan adanya pandemi covid-19. Namun berbeda dengan tahun ajaran kali ini, perguruan tinggi Universitas Negeri Surabaya melakukan pembelajaran secara hybrid (online dan offline).

Dimulai dari dilaksanakannya pembukaan PKKMB di Universitas Negeri Surabaya yang berada di Lidah Wetan. PKKMB tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2022 dengan metode hybrid, terdapat 2 perwakilan mahasiswa baru yang dikukuhkan oleh rektor, dan yang lainnya mengikuti secara daring/online. Berbeda dengan PKKMB ditingkat fakultas yang dilaksanakan secara offline/tatap muka pada tanggal 23-26 Agustus 2022. 

Semester gasal 2022/2023 Unesa dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), atau pembelajaran jarak jauh (daring), dan atau hybrid. Dengan pembagian mata kuliah yang bersifat praktik dilaksanakan secara luring dan dapat dipadu dengan daring. Mata kuliah yang bersifat non-praktik dilaksanakan secara luring dan daring sebanyak 25%-50% pertemuan. Pelaksaan layanan akademik dan pembelajaran diberlakukan maksimal 100% Work From Office (WFO) bagi dosen dan pegawai yang sudah divaksin minimal 2 dosis atau menerima vaksin dosis booster dan wajib menggunakan aplikasi peduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar. 

Salah satu fakultas yang melaksanakan pembelajaran secara offline atau tatap muka adalah prodi ilmu komunikasi fakultas ilmu sosial dan hukum, yang berada di Ketintang. Irene adalah salah satu mahasiswa aktif Universitas Negeri Surabaya prodi ilmu komunikasi mengatakan bahwa, pembelajaran secara offline lebih efektif dibandingkan secara online. Materi lebih mudah dipahami jika pembelajaran dilaksanakan secara offline dan bisa berinteraksi secara langsung dengan dosen maupun mahasiswa lain. 

Walaupun menurutnya kuliah secara online lebih mudah dilakukan karena tidak harus pergi kemana-mana melainkan hanya berada didepan layar handphone atau laptop. Namun, dia lebih bersemangat bila proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Terlebih dia adalah mahasiswa baru yang sejak SMA sudah melakukan pembelajaran secara daring.

“Saya sudah bosan jika setiap hari harus menatap layar laptop, seperti saat SMA. Dengan melakukan pembelajaran secara tatap muka saya lebih mudah berinteraksi dan mencari teman baru”, ujar Irene.

Karena tidak hanya materi saja yang kita butuhkan. Namun, interaksi secara langsung dengan dosen ataupun mahasiswa juga penting untuk menambah semangat belajar dan menghilangkan bosan saat belajar.

“Saya mengaku lebih produktif menjalani hari setelah melakukan pembelajaran secara tatap muka dikampus”, ujar Irene.

Irene berharap agar pandemi covid-19 benar-benar hilang sehingga kegiatan pembelajaran dikampus kembali normal seperti saat sebelum terjadi pandemi.

Komentar